Asam Urat
A.
Pengertian
Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumzi zat purin secara
berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat
berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk
di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang. Semoga situs
ini dapat menambah pengetahuan Anda seputar penyakit asam urat (gout).
Penyakit
asam urat adalah jenis artritis yang sangat menyakitkan yang disebabkan oleh
penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar asam urat di dalam
tubuh. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul,
tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri, penyakit asam
urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku.
Sekitar
90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat
secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh
memproduksi asam urat secara berlebihan. Penyakit asam urat kebanyakan diderita
oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Penderita asam urat
biasanya juga memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis. Separuh dari penderita asam urat adalah
orang yang kegemukan. Bila dibiarkan, penyakit asam urat bisa berkembang
menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal.
B.
Penyebab Asam Urat
Yang dimaksud dengan asam urat adalah
kristal-kristal yang terbentuk sebagai hasil metabolisme zat purin (bentuk
turunan dari nukleoprotein). Purin merupakan salah satu komponen asam nukleat
yang terdapat pada inti sel semua makhluk hidup. Purin terdapat dalam tubuh
kita, terdapat juga pada makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan (daging,
jeroan, sayur, buah, kacang, dsb.). Selain itu, purin juga bisa dihasilkan dari
perusakan sel-sel tubuh yang terjadi baik secara normal ataupun karena penyakit
tertentu.
Saat kita mengkonsumsi makanan yang
berasal dari tubuh makhluk hidup, zat purin yang terkandung di dalamnya ikut
berpindah ke dalam tubuh kita. Makanan yang masuk akan diolah oleh tubuh,
melalui proses metabolisme dan menghasilkan asam urat. Jadi setiap orang punya
kadar asam urat dalam tubuh. Penyakit asam urat terjadi jika kadar asam urat
berlebihan (karena purin yang masuk terlalu banyak). Tubuh manusia sudah
menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan sehari-hari, yang berarti kebutuhan
purin dari makanan hanya sekitar 15%.
Dalam kondisi normal, asam urat yang
dihasilkan akan dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk urine dan feses
(tinja/kotoran). Proses pembuangan ini diatur oleh ginjal, yang berfungsi
mengatur kestabilan kadar asam urat dalam tubuh. Namun jika kadar asam urat
berlebihan, ginjal akan kewalahan dan tidak sanggup mengaturnya sehingga
kelebihan kristal asam urat tersebut akan menumpuk pada sendi dan jaringan. Ini
sebabnya persendian kita terasa nyeri dan bengkak.
C.
Proses terjadinya penyakit asam urat:
- Konsumsi zat yang mengandung purin secara berlebihan
- Zat purin dalam jumlah banyak masuk dalam tubuh, kemudian melalui metabolisme berubah menjadi asam urat
- Kadar asam urat dalam tubuh meningkat, sehingga ginjal tidak mampu membuang kelebihan asam urat
- Kristal asam urat yang berlebih menumpuk di persendian
- Akibatnya sendi kita terasa nyeri, membengkak, meradang, panas dan kaku
Selain konsumsi makanan yang banyak
mengandung zat purin, konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan resiko terkena
penyakit asam urat. Alkohol menyebabkan pembuangan asam urat lewat urine
berkurang, sehingga asam urat tetap bertahan dalam peredaran darah dan menumpuk
di persendian.
Sebagai akibat asam urat, ginjal juga akan
mengalami gangguan. Pada kasus yang parah, penderita sampai tidak bisa jalan
karena persendian terasa sangat sakit jika bergerak. Tulang di sekitar sendi
juga bisa keropos / mengalami pengapuran tulang.
D.
Gejala Penyakit Asam Urat
Nyeri sendi merupakan indikator utama asam
urat, tapi rasa ngilu pada persendian banyak sebabnya, belum tentu disebabkan
oleh asam urat. Berikut adalah sejumlah gejala yang patut Anda waspadai. Jika
Anda merasakan tanda-tanda berikut, besar kemungkinan Anda terkena penyakit
asam urat:
- Sendi terasa nyeri, ngilu, linu, kesemutan dan bahkan membengkak dan berwarna kemerahan (meradang)
- Biasanya persendian terasa nyeri saat pagi hari (baru bangun tidur) atau malam hari
- Rasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang
- Yang diserang biasanya sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan tangan dan siku
- Pada kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit saat bergerak
Untuk memastikan, Anda harus melakukan
pemeriksaan laboratorium. Kadar asam
urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl.
Jika penyakit asam urat dibiarkan tanpa
pengobatan, maka dapat berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal
ginjal.
E.
Tahapan Perkembangan Penyakit Asam Urat
Kadar asam urat tinggi (hiperurikemia)
yang berlangsung terus-menerus menyebabkan terjadinya pengendapan kristal di
sendi-sendi dan jaringan lunak sekitarnya, sehingga menimbulkan manifestasi
klinis penyakit gout.
Gout sebagian dipicu oleh faktor genetik.
Bila orang tua Anda menderita gout, kemungkinannya 20% Anda akan terkena gout. Kebiasaan makan dan gaya hidup, seperti berlebihan mengkonsumsi jeroan dan makanan tinggi
purin lainnya juga meningkatkan risiko gout. Serangan gout sebelum umur 30 atau
pada wanita pra-menopause bisa mengindikasikan cacat enzim warisan, penyakit
ginjal berat atau keracunan obat atau toksin, seperti etanol atau timbal.
Ada empat tahap penyakit gout. Jika Anda
memiliki gout, penting sekali untuk mengetahui empat tahap ini sehingga dapat
memahami perkembangan kondisi Anda. Dengan pengelolaan asam urat yang baik,
Anda dapat menghindari tahap terakhir gout yang melumpuhkan.
Tahap 1: Hiperurikemia Asimtomatik
Kadar asam urat di tubuh Anda tinggi,
tetapi tidak menimbulkan gejala. Sebagian besar orang dalam tahap ini menyadari
kondisi mereka setelah melakukan tes darah yang mengukur jumlah asam urat yang
terkandung dalam sistem peredaran darah.
Perawatan biasanya tidak diperlukan pada
tahap ini. Kebanyakan pasien memiliki kadar asam urat tinggi selama
bertahun-tahun sebelum serangan pertama mereka. Risiko serangan meningkat
dengan meningkatnya kadar asam urat. Pengobatan yang tepat dalam tahap ini adalah berupaya mengurangi kadar asam urat dalam tubuh.
Tahap 2: Serangan gout akut
Hiperurikemia berkelanjutan menyebabkan
penumpukan kristal natrium urat di persendian. Kristal ini kemudian
merangsang pelepasan berbagai mediator inflamasi yang menimbulkan serangan
akut. Pasien biasanya terbangun di malam hari karena rasa sakit dan
pembengkakan sendi. Gejala gout tahap ini meliputi nyeri dan peradangan, sendi
yang terkena menjadi panas dan lembek bila disentuh, terlihat kemerahan atau
memar, terasa gatal dan mengelupas setelah sakitnya mereda.
Tingkat keparahan rasa sakit bervariasi
dari kedutan ringan sampai nyeri hebat sehingga sendi tidak bisa disentuh.
Gejala sistemik seperti demam, menggigil, dan malaise, mungkin juga terjadi dan
merupakan hasil dari beberapa mediator inflamasi yang bocor ke sirkulasi vena.
Rasa sakit akan menghilang dalam 3-10 hari, bahkan bila tanpa pengobatan.
Tahap 3: Interval kritis
Ini adalah tahap setelah episode gout yang
bebas gejala. Pada kebanyakan orang, tahap ini berlangsung dari enam bulan
sampai dua tahun setelah serangan pertama gout. Pada yang lainnya, kondisi
tanpa gejala ini dapat berlangsung 5 – 10 tahun. (Sekitar 66% pasien akan mengalami
serangan kedua dalam satu tahun).
Ini adalah waktu ideal untuk mencegah serangan di masa depan . Gout secara klinis tidak aktif tetapi masih ada dan penyakit itu terus
berkembang jika asam urat tidak dikendalikan. Semakin besar kadar asam urat,
semakin pendek interval untuk serangan berikutnya.
Tahap 4: Gout tingkat lanjut
Tahap ini juga disebut tahap tofus. Tofus
(jamak: tofi) adalah massa kristal urat yang disimpan dalam jaringan lunak,
yang dapat menghancurkan jaringan lunak dan persendian.Tofus paling sering
berkembang di siku, lutut, jari kaki, tendon Achilles, dan, lebih jarang, di
daun telinga.
F.
Hal-Hal yang Harus Dihindari oleh Penderita Asam Urat
Penyakit asam urat disebabkan oleh
menumpuknya kristal asam urat yang dihasilkan dari metabolisme zat purin.Oleh
karena itu, untuk mengurangi kadar asam urat, Anda harus mengurangi konsumsi makanan yang banyak
mengandung zat purin. Berikut adalah contoh makanan yang menjadi
pantangan bagi penderita penyakit asam urat:
- Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak
- Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden
- Ekstrak daging seperti abon dan dendeng
- Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden)
- Daging kambing, daging sapi, daging kuda
- Bebek, angsa dan kalkun
- Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping
- Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung
- Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental
- Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa
- Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega
- Makanan kaya protein dan lemak
Daftar Makanan Tinggi Purin
Makanan
|
Asam Urat (mg/ 100
gram)
|
Teobromin (kafein cokelat)
|
2300
|
Limpa domba/kambing
|
773
|
Hati sapi
|
554
|
Ikan sarden
|
480
|
Jamur kuping
|
448
|
Limpa sapi
|
444
|
Daun melinjo
|
366
|
Paru-paru sapi
|
339
|
Kangkung, bayam
|
290
|
Ginjal sapi
|
269
|
Jantung sapi
|
256
|
Hati ayam
|
243
|
Jantung domba/kambing
|
241
|
Ikan teri
|
239
|
Udang
|
234
|
Biji melinjo
|
222
|
Daging kuda
|
200
|
Kedelai & kacang-kacangan
|
190
|
Dada ayam dg kulit
|
175
|
Daging ayam
|
169
|
Daging angsa
|
165
|
Lidah sapi
|
160
|
Ikan Kakap
|
169
|
Tempe
|
141
|
Daging bebek
|
138
|
Kerang
|
136
|
Udang Lobster
|
118
|
Tahu
|
108
|
Selain pantangan makanan di atas,
penderita asam urat juga harus banyak
minum air putih (terutama bagi mereka yang mempunyai batu ginjal). Air
putih akan membantu mengeluarkan kristal asam urat dari dalam tubuh melalui
urine.
Kurangi konsumsi
alkohol karena alkohol akan meningkatkan kadar asam laktat, yang menyebabkan
pembuangan asam urat lewat urine berkurang. Akibatnya, asam urat tertahan dalam
peredaran darah dan menumpuk di persendian. Hindari juga minuman fermentasi
seperti bir, wiski, anggur, tape dan tuak karena mengandung senyawa alkohol.
Tips tambahan bagi penderita asam urat:
- Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang
- Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan strawberry
- Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat
- Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi
- Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup
- Jangan minum aspirin
- Jangan bekerja terlalu keras / kelelahan
- Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup
- Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan
G.
Solusi bagi para penderita asam urat
1. Rubah pola atau konsep makan kita
2. Ganti makanan biasa dengan makanan yang organik dan bebas polutan
3. Olah raga yang cukup
4. Kena sinar matahari yang cukup
5. Hindari asap rokok dan minum minuman beralkohol
6. Minum air putih 3 liter setiap hari
H.
Anjuran bagi Para Penderita Asam Urat
Beberapa hal berikut dianjurkan untuk
mengurangi asam urat:
· Perbanyak minum air putih–
terutama bagi penderita yang mengidap batu ginjal– untuk mengeluarkan kristal
asam urat di tubuh.
· Makan makanan yang mengandung potasium
tinggiseperti:
Kentang
Alpukat
Susu dan yogurt
Pisang
· Aktif secara seksual (Berita bagus! Seks ternyata memperlancar
produksi urin sehingga menurunkan kadar asam urat).
· Konsumsi salah satu produk alami yang dapat menyembuhkan asam urat seperti sidaguri, habbatussauda, brotowali, teh hijau, dll.